Minggu, 12 Februari 2012

Ki1- Yong Quan- "Flowing of the Living Water " Salam Sehat, Dalam Tulsan kali ini , saya mau memberikan sedikit ulasan tentang titik Ki1 (Yong Quan ), dan aplikasi nya dalam klinik. Untuk Memahami keunikan titik Ki1, ada baik nya kita mengamati aliran meridian Shao Yin dengan lebih seksama. Pertama-tama, mari kita fokuskan dulu perhatian kita pada postur anatomis TCM, yaitu berdiri tegak dengan kedua tangan diangkat disamping kepala ( telapak tangan menghadap ke depan sesuai pandangan mata ). Pada ujung jari kelingking kaki, kita dapati titik BL67 ( Zhi Yin = tiba di YIN, mencapai YIN). Jadi baik dari topography nya maupun dari makna titik itu, sangat jelas bisa kita pahami, bahwa ada aliran energy dari Tai Yang ( the biggest Yang , the Ultimate Yang ) yang tiba dan mencapai YIN ( Bumi ),……..harap di ingat Langit = YANG . Hal lain yg menarik untuk kita amati adalah titik di jari kaki yg ke 4 , yaitu titik GB44 ( Zu Qiao Yin = Pintu Yin di kaki = pembuka Yin di kaki ). Pada titik ini juga ada fenomena menarik yg perlu kita cermati. Yaitu bahwa meridian Kaki Shao Yang – GB ( Meredian dgn karakter YANG QI ) bersama-sama dengan meridian kaki Tai Yang- Bl yang mendominasi sebagian besar area di kepala manusia ( Kepala = Ultimate YANG of the body anatomy ), berakhir pada titik di ujung jari kaki dan memjadi pintu untuk menghubungkan energy YIN dari bumi. Setelah memahami karakter dari ke 2 titik itu ( BL 67- GB44), mari sekarang kita lihat apa yang terjadi pada titik Ki1 ( Yong Quan ). Sesuai dengan topography titik nya, Ki1 adalah titik kontak tubuh dengan energy YIN bumi. jika ditinjau dari makna nama titik ini, Yong Quan = Pancaran /Semburan Mata air ; Bisa diibaratkan bahwa dari titik ini ada semburan Energy YIN yang sejuk dari sumber Mata air. Selain itu, Ki1 adalah titik kayu. Dan salah satu karakter dari unsur kayu adalah pergerakan Qi nya yg berjalan keatas ( perhatikan pertumbuhan pohon yg semakin bergerak ke atas ) Dan yg menarik nya adalah, apa yg saya ungkapkan benar2 bisa dirasakan sensasi nya memang demikian. Bagi teman-teman yg pernah mencoba titik ini, baik dgn jarum maupun moxa pasti akan setuju dengan ungkapan kalimat diatas tadi. Pada praktek nya di klinik, titik ini sangat penting di gunakan untuk syndrome akumulasi panas di kepala dan tubuh bagian atas dengan cirri-ciri/ kondisi sbb: pressure headache, vertex headache, darah tinggi, sulit tidur , kejang dan tegang/ nyeri tengkuk. Biasanya untuk kondisi-kondisi diatas saya gunakan bersama dengan titik- Bl67, GB44, dan moxa di titik Ki1, namun bila kondisi keluhan pasien sangat parah, ada baik nya juga untuk melakukan bleeding therapy di titik Bl40 ( harap perhatikan standard prosedur dlm melakukan teknik ini ). Pada pasien acute, biasanya 1-2 visit akan clear keluhan nya. Namun pada pasien kronis ada baik nya di cek secara lebih teliti sumber masalah nya. Demikian sharing saya untuk kali ini, mudah-mudahan bisa berguna untuk dipakai di klinik. GBU All…… Read more... Posted by Teddy Kusnadi OMD. Dip.Ac at Thursday, October 06, 2011 0 comments Tuesday, September 20, 2011 Tai Yin- Functional Channel Salam sehat, Untuk memberikan sedikit gambaran tentang materi yang akan di bahas dalam retreat saya yang akan datang, dan sebagai jawaban atas permintaan teman2 yg menghubungi saya, maka dlm tulisan kali ini akan saya lanjutkan sedikit pembahasan tentang meridian Tai Yin, walaupun tahun kemarin pernah saya berikan sedikit cuplikan nya, kali ini adalah tambahan yg juga bisa melengkapi tulisan saya yg terdahulu. Kalau dahulu ada saya bahas tentang karakter Tai Yin, maka dlm tulisan kali ini akan saya bahas tentang Fungsi biologis dari Meredian Tai Yin. Dalam hukum biology, secara umum dapat kita pahami, bahwa setiap struktur hanya melakukan /memiliki satu fungsi. ( No Multi Tasking- No Multi Function ) Mis: mata, fungsi nya yg pasti adalah untuk melihat, Jantung fungsinya yg pasti adalah untuk memompa darah. Atas dasar pengertian itulah , maka tulisan saya kali ini akan mengupas fungsi dari Meredian Tai Yin. Fungsi primer dari Meredian Tai Yin adalah absorber dan integrator ( menyerap dan mengintegrasikan ), apapun bentuk nya yg telah masuk ( terintegrasi) ke dalam tubuh akan di serap oleh Tai Yin. Jadi yg masuk ke tubuh bisa dalam bentuk makanan/minuman, udara, mental/emotional, pikiran/ pengetahuan. Jadi apapun yg masuk, maka Tai Yin akan berfungsi/ bertugas untuk menyerap nya.( tentu saja yg terutama adalah makanan ( SP ) dan Udara –LU ). Maka setelah kita memahami fungsi/ tugas Tai Yin, maka segala sesuatu yg tertulis dlm Statement klasik tentang Tai Yin akan mudah kita mengerti. Berikut ini ada beberapa yg akan saya kutip dari bahan WS yang akan datang. 1) 1) Tai Yin bertindak sebagai Transformator dan Transporter. Hal ini sangat jelas sbg akibat yg mengikuti fungsi Tai Yin sbg absorber dan Integrator. Dalam hal penyerapan makanan, maka ukuran makanan akan di perkecil dan di transformasi ? dirubah bentuk nya menjadi ukuran yg bisa di serap., selanjut nya untuk menyempurnakan penyerapan ke seluruh tubuh, maka harus di transportasikan / di distribusikan. 2) 2)Energy Pathogen yg menjadi musuh Tai Yin adalah Lembab. Hal ini mudah di mengerti, karena : - semua aktivitas Transformasi dan transportasi yg di kerjakan Tai Yin di lakukan dgn media air. - Jumlah air/ cairan yg berlebih akan memperlambat atau menurunkan performance Tai Yin - Jika kondisi yg melambat ini terjadi dlm jangka waktu tertentu, maka akan terjadi akumulasi air/ cairan, sehingga kondisi ini di sebut Kelembaban atau Pathogen Lembab. 3) 3 )Dalam salah satu posting saya di group facebook, ada saya lemparkan pertanyaan, mengapa kondisi Kulit erat di hubungkan dengan Paru-Paru. Hal ini mudah di pahami, karena sebagai akibat dari aktivitas transporter, semua nutrisi di sebar sampai ke seluruh bagian tubuh, termasuk permukaan kulit. Dan tentu saja tugas transportasi ini adalah bagian dari Paru- Paru. Kondisi Paru-paru yg lemah akan membuat Performa kulit tidak maksimal, Demikian lah sedikit prolog dari apa yg akan saya bahas di event Retreat yang akan datang : Acupuncture for Internal Medicine Read more... Posted by Teddy Kusnadi OMD. Dip.Ac at Tuesday, September 20, 2011 0 comments Wednesday, September 14, 2011 CV17 - Shan Zhong , " The Qi Blender " Salam sehat, Dalam tulisan kali ini saya mau mengupas lebih rinci tentang titik CV17 ( Shan Zhong). Dengan merujuk pada berbagai buku tentang kegunaan titik ini, maka bisa saya sampaikan kegunaan nya : meregulasi Qi, meringankan tekanan di dada, memberikan rasa rilex pada diapragma dan melapangkan pernapasan serta membersihkan dahak di paru-paru. Dari semua uraian diatas tentang kegunaan titik ini, mari kita amati dinamika energy yg terjadi pada Jiao atas, khusus nya pada area pertengahan thorax ( middle of the chest ). Dalam pembahasan tentang theory produksi substance ( Shen, Qi, Xue ,Jing , Jin Ye) dalam buku klasik di katakan bahwa : “ Gu Qi yang di ambil dari makanan dan minuman ( oleh aksi gabungan Pi-Wei) di bawa ke lokasi pertengahan thorax ( center of the chest) untuk di campur dengan Heaven Qi ( Zhen Qi) , sehingga menghasil kan Ying Qi + Wei Qi ( nutritive- protective Qi) “. Aktivitas dan fungsi Qi di thorax ini ( Qi of the Chest / Zhong Qi ) sangat erat berhubungan dengan Xin ( Xin Bao) dan Fei untuk distribusi atau sirkulasi Xue dan Qi ke seluruh tubuh. Namun lebih jauh lagi bisa kita kupas dari profil keistimewaan titik CV 17 ( Ren 17/ Shan Zhong) ini Cv17 ( Ren 17/ Shan Zhong) : Titik Mu Pericardium ( Xin Bao), Titik Hui/meeting Qi, Titik Qi Hai atas ( Shang Qi Hai), titik pertemuan dari meridian Ren, Spleen, Kid, Small Intestine, dan San Jiao Mari kita amati satu persatu profile titik CV 17 ini. - Sebagai titik Mu dari Pericardium (Xin Bao), Cv17 ( Shan Zhong ) akan meningkatkan kemampuan Xin Bao untuk memompa/ mendistribusikan Xue. Sebagai mana kita pahami bahwa fungsi distribusi darah dlm kerangka TCM lebih di cover oleh Meredian Jue Yin, sedangkan Xin ( Heart )sangat erat berhubungan dengan Shen ( Consciousness ). Namun sebagai mana disebutkan dlm salah satu klasik ( Yi Xue Ru Men), bahwa setiap stimulasi pada Pericardium ( Xin Bao), maka sedikit banyak Shen ( Consciousness) juga akan terpengaruh. - Sebagai titik Hui/ meeting dari Qi, sudah sangat jelas bahwa hal ini sangat erat kaitan nya dengan fungsi meridian Paru-Paru ( Fei ) yang menjadi Master of Qi. Jadi bisa kita lihat disini bahwa bukan saja distribusi Xue akan di tingkatkan, namun distribusi Qi juga di maksimalkan. -Sebagai titik Qi hai atas, dalam hal ini perlu di hayati hubungan nya dangan titik Qi hai bawah Cv6 . Sangat di sadari oleh para praktisi TCM dan Chi Kung bahwa area di bawah umbilicus adalah lokasi yang vital . Dalam Ilmu Akupunktur, titik titik seperti Qi Hai, Guan Yuan atau MingMen sangat memiliki makna sebagai sumber energy. Dalam kaitan nya dgn titik CV 17 sebagai titik Qi Hai atas , hal ini menunjukan dinamika interaksi antara Zhong Qi dan Yuan Qi. Atau dalam bahasa TCM yang umum dipakai adalah hubungan fungsional Paru-Paru dan Ginjal . - Cv17 adalah titik pertemuan meridian Ren , Kid , Sp , Si dan Sj. Pada struktur tubuh manusia,( bisa saya katakan juga sbg organisme yang ber-metamerissasi) , perwujudan kontrol genetika di manifestasikan pada meridian Ren dan Du. Yang satu bertugas untuk Kontrol fungsi saraf ( Du) dan yang lain nya bertugas untuk control fungsi nutritive ( Ren). Dalam hal ini Cv 17 yang merupakan titik pertemuan antara Ren (yang bertugas memberi supply makan kepada tubuh) , - dengan meridian Kid + Sj ; krn dibutuhkan sebagai sumber panas (Jiao/ Yuan ) untuk pencernaan / metabolism. - dengan meridian Sp + Si ; yang berfungsi sebagai penyerap dan pengolah makanan. Kenyataan ini di perkuat dengan salah satu indikasi titik Cv17 yang mengontrol otot diaphragma yg juga mempengaruhi gerakan peristalsis usus. Sebagai kesimpulan, bisa dikatakan bahwa Cv17 adalah suatu Qi Blender yg banyak memberikan efek stimulasi yang luas dan kuat pada sistim distribusi tubuh. Dalam aplikasi klinik sehari-hari, titik ini sering saya gunakan missal nya untuk meningkatkan fungsi meridian Yang Ming , saya gunakan kombinasi titik 3Li + Shan Zhong. Yaitu : Zu San Li ( St36), Shou San Li ( Li 10) , Jian Li ( Cv11 ) dan Shan Zhong ( Cv17). Demikian artikel saya untuk kali ini, mudah2an hal ini bisa member manfaat. GBU Read more... Posted by Teddy Kusnadi OMD. Dip.Ac at Wednesday, September 14, 2011 0 comments Wednesday, July 27, 2011 Homo Erectus - "The Yangest" Creature on Earth- Suatu pendekatan aplikativ Meredian Teori Salam Sehat, Sudah sekian lama ini saya belum menulis artikel untuk blog ini, maaf untuk para teman2 yg rajin berkunjung ke blog ini. Ada banyak hal yg cukup menyita perhatian saya , sehingga tidak terlalu konsentrasi untuk memikirkan bahan artikel. Adakala nya sewaktu-waktu ada juga terlintas suatu bahan yg menarik untuk saya tuangkan dalam blog saya, namun karena tidak langsung di tulis, maka esensi yg mau dibahas itu hilang dan kelupaan. Dalam tulisan kali ini saya mau mengupas tentang suatu konsekwensi sturktur anatomis manusia yg tegak berdiri ( Homo Erectus), terhadap kondisi kesehatan nya dan juga bagaimana Meredian theory sangat genius merancang nya dalam aliran Qi di tubuh manusia. Saya harapkan dari tulisan ini, rekan2 pembaca bisa semakin cinta dgn ilmu akupuntur. Sebelum mengupas lebih jauh tentang hal itu, saya akan mengajak teman2 pembaca untuk memahami konsep vertikal dan horisontal dalam hubungan nya dengan Yin-Yang . Dalam klasifikasi Yin-Yang, maka yang temasuk Yang adalah : Panas, terang, tegak, Luar, lingkungan external, Motor penggerak , aktiv/ aktivator, Langit. Dan Yin adalah : Dingin, gelap, mendatar, dalam, internal, pergerakan, reaktiv, bumi. Dengan demikian, maka vertical= tegak = Yang , dan horisontal = tidur/ datar = Yin Mengupas tentang existensi manusia dan structur anatomis nya menjadi sangat menantang dan menarik jika di tinjau dari biology atau setidak nya dalam hal ini adalah Taoist Science ( TS ) yang mendasari Chinese Medicine (CM). Secara anatomis, bisa dikatakan bahwa perbedaan yg paling mendasar antara Manusia (sebagai species) dengan hewan adalah orientasi Axis anatomy nya.Manusia dengan axis nya yang vertical sangat berbeda dengan hewan yg horisontal. Dalam hal ini species unggas tidak bisa dikatakan vertical, karena evolusi nya yg belum sempurna. ( harap merujuk pada teori evolusi Darwin) Dengan tegak nya ( vertical) struktur anatomis manusia, hal ini membawa banyak konsekwensi bagi karakter dan kesehatan manusia. Untuk membahas lebih jauh tentang ini, ada baik nya jika Saya memakai pembanding nya pada binatang. Pada mahluk hidup dgn struktur yang horisontal ( atau cenderung horisontal ) panas ( yang di terima dari luar / yang keluar dari tubuh ) akan terdistribusi pada bagian dorsal tubuh nya yg terpapar dengan luas. Memandang nya dari sudut Yin-Yang, bisa dikatakan mahluk horisontal lebih di pengaruhi oleh Axis bumi yang memberikan banyak Yin energy pada tubuh nya, maupun pada karakter nya. Manusia sebagai mahluk yg tegak berdiri, lebih dipengaruhi oleh Axis Langit (vertical) yang banyak memberikan Yang energy pada tubuh nya, maupun karakter nya. Konsekwensi dari structur yg Vertical ini membuat Panas (baik yg dari dalam tubuh/ dari luar) akan banyak terkonsentrasi pada Kepala/ tubuh bagian atas ( Jiao Atas). Dengan terjadi nya perbedaan Axis tubuh inilah bisa dikatakan aktivitas kehidupan manusia menjadi sangat dominan Yang, dibandingkan dengan kehidupan mahluk horisontal ( binatang pada umumnya ) yang karakter yin-yang nya relativ lebih stabil/ Yin. Struktur vertical manusia adalah suatu design sistem konservasi energy yang briliant dalam hal mendistribusikan / memberi makan pada Otak manusia yang membutuhkan lebih dari 20% energy dan sirkulasi darah yg ada di tubuh nya. Relativ terhadap berat tubuh nya, Binatang memiliki energy fisik yg lebih besar dibandingkan dgn manusia. Karena memang pada dasar nya hal ini sangat dibutuhkan Binatang untuk bertahan hidup. Dalam kondisi terancam, binatang akan ber Re-Aksi dengan naluri nya ( Instinc ) untuk merespon . Perburuan terhadap mangsa nya lebih diakibatkan sebagai tindakan Re- Aksi karena rasa lapar nya/ kebutuhan biologis nya. Bahkan pertarungan untuk menguasai teritorial baru terjadi karena Re-aksi atas habitat nya yang rusak atau karea kebutuhan supply pangan nya. Jadi bisa kita lihat disini, bahwa semua tindakan yg di lakukan oleh binatang , sebagian besar adalah suatu Re-aksi . Semua dilakukan secara spontanitas sebagai respon untuk bertahan hidup ( Survival Defensive ) , dan kondisi ini saya masukan dalam kategori YIN. Pada manusia, walaupun tidak selincah dan sekuat fisik binatang, namun semua aktivitas nya terjadi karena perencanaan. Dan apapun juga aktivitas yang dilakukan sebagian besar menunjukan aksi - dominasi Agresiv dan Expansiv, tanpa terlalu banyak di pengaruhi oleh dorongan kebutuhan bertahan hidup. ( walaupun dalam kadar terentu kebutuhan survival masih mempengaruhi manusia, namun persentase nya jauh lebih kecil dibandingkan dorongan agresivitas nya ). Dari penjabaran diatas, bisa saya simpulkan bahwa : - Hewan/ Binatang memiliki insting / karakter : Responsive, Re-Aksi , Survival Defensive, sehingga bisa di katakan menjadi objek dari fenomena yang terjadi di sekitar kehidupan nya,.... YIN - Manusia memiliki insting/ karakter : Inisiator Aksi, Agresiv, Expansiv, sehingga bisa dikatakan sebagai subjek terhadap lingkungan nya..... YANG Dengan demikian saya menjumpai suatu keselarasan dari ayat kitab suci saya yang saya kutip sbb : ......"Penuhilah Bumi dan taklukan lah itu, berkuasalah atas ikan di laut dan burung diudara dan atas segala binatang yang merayap di bumi.".......( kejadian 1: 28) Maka inilah dia Manusia ( jika tidak terlalu berlebihan)....." Homo Erectus, The Yangest creature , Master of the Earth...." Ada hal menarik lain nya yang bisa kita bahas dari sisi meredian teori, sebagai konsekwensi dari struktur Vertical tubuh manusia dan aliran meredian nya. Jika kita amati Aliran meredian Utama, maka ada 3 meredian utama yang berfungsi membawa Yin Qi dari bumi ke tubuh Manusia; yaitu Tai Yin kaki, Jue Yin Kaki, dan Shao Yin Kaki. Namun perjalanan Yin Qi dalam ke 3 meredian itu hanya berhenti sampai ke area sekitar Jiao tengah, dan yang terjauh adalah meredian Shao Yin Kaki yang mencapai ketinggian rusuk ke 1. Jadi bisa dikatakan tidak ada aliran Yin Qi yg melalui meredian Utama untuk sampai ke Jiao Atas dan kepala secara sempurna. Perjalanan Yin Qi ke Jiao atas dan kepala dilanjutkan melalui meredian cabang. Seterus nya , perjalanan meredian Utama Yin tangan berawal dari area sekitar Jiao atas menuju ke ujung-ujung jari tangan, tanpa melalui kepala. Sebalik nya perjalanan Yang Qi berawal dari Extreme Yang ( Langit), lalu menyentuh ujung-ujung jari tangan ( perhatikan lay out anatomis TCM dgn posisi kedua tangan diangkat keatas ) melalui 3 meredian Yang Tangan , kemudian terjadi transit di area kepala. Dari area kepala , perjalanan Yang Qi dilanjutkan oleh 3 meredian Yang kaki, dan turun menuju ke bumi. Dari uraian diatas bisa di katakan bahwa manusia adalah pusat interaksi dari dua polaritas energy ( Yin - Yang). Namun bisa teman-teman bayangkan bahwa ada keterbatasan aliran Yin Qi yang tidak maximal. Dan sebagai mana terjadi transit Yang Qi di area kepala, ( meminjam fenomena stasiun transit kendaraan), maka kemungkinan terjadi nya stagnasi/ congestion di area kepala / Jiao atas adalah sangat besar. Hal ini bisa kita amati dari keluhan-keluhan yang sering kita jumpai di klinik , al : Sakit kepala, Darah tinggi, nyeri leher, nyeri tengkuk, Penyumbatan Jantung, insomnia , sinus , asthma dan banyak jenis lain nya lagi. Ada fenomena lain lagi yang cukup menarik untuk kita bahas. Dengan tetap mengacu pada teori meredian, kita jumpai bahwa ke 3 meredian Yang kaki memulai perjalanan nya dari area sekitar mata. Sekali lagi saya mau katakan bahwa ini adalah suatu design yg Briliant. Kalau kita pahami, dari semua organ indra yg dimiliki manusia, maka mata adalah satu-satu nya organ Yang dikepala ( yang langsung bersentuhan dengan dunia luar) . Ke 4 organ indra yang dimiliki manusia lebih bersifat menyerap atau menerima rangsangan dari luar tubuh (receptor); namun mata, selain menerima rangsangan/ informasi dari luar juga merefleksikan hasil dari pengolahan informasi yang terjadi di otak ( Reflector). Dalam TCM kita ketahui bahwa mata merefleksikan kondisi SHEN seseorang. Kembali mengutip salah satu ayat dari kitab suci saya yg berkata; " Mata adalah jendela hati...." Bahkan bisa dikatakan bahwa untuk memahami kondisi SHEN seseorang, satu-satu nya organ yg bisa di andalkan adalah mata. Dalam dunia tinju atau silat, dikatakan bahwa meskipun tubuh belum bergerak, tapi pancaran mata sudah bisa terdeteksi. Jadi saya simpulkan bahwa untuk memulai perjalanan Yang Qi dari kepala, adalah sangat Ideal untuk memulai nya dari mata, karena Mata adalah satu-satu nya organ di kepala yang berhubungan sangat dekat dengan SHEN ( SHEN = Conciousness = the supreme Yang of Human = the Essence of the Emperor/ Ht ) Saya tidak tahu siapa yang mendesign aliran garis meredian dalam Chinese medicine, namun semakin dalam saya mempelajari nya semakin saya dibuat kagum akan kehebatan daya pikir para pendahulu kita. Sebagai penutup, akan saya share titik-titik yang layak untuk kita perhatikan untuk mengantisipasi kondisi stagnasi / penumpukan Yang Qi dan terputus nya aliran Yin Qi di area Jiao atas dan kepala. Titik-titik nya al ; Ki6, Bl62, Bl67, Bl65, Gb44, Gb43..... Demikianlah artikel saya untuk kali ini. Untuk selanjut nya teman-teman bisa memperhatikan penempatan titik- titik di sepanjang meredian dan karakter serta fungsi nya, bahkan titik-titik Hui / pertemuan juga layak untuk di pelajari, dengan demikian teman-teman akan memahami dan lebih kagum atas hikmat para pendahulu kita, betapa detail nya mereka memahami Anatomi dan fenomena tubuh manusia. Kemuliaan Tuhan adalah merahasiakan sesuatu, kemuliaan raja-raja adalah menyelidiki sesuatu....

Minggu, 08 Januari 2012

Di atas Langit Australia, 8 Oktober 2002

Aku terperangah menyaksikan akhir film Autumn in New York. Tragis dan menyedihkan. Richard Gere yang melakonkan Will Keane, juragan restoran setengah baya di New York itu, harus menangis karena kekasihnya Winona Ryder yang melakonkan Charlotte Fielding yang masih belia meninggal karena penyakit kronis yang dideritanya. Aku teringat Cindy, istri Australia-ku yang kunikahi empat tahun silam. Empat tahun menikah, tak sekalipun ia mau ke Indonesia. Pun sekarang, saat aku harus ke Bandung untuk menikahkan Sarah, adik bungsuku. Cindy adalah tipikal perempuan Aussie. Mandiri, humanis, fair, assertif, namun begitu cuek dengan keluarga. Jangankan urusan pernikahan, ketika ayah meninggal empat bulan silam-pun Cindy enggan ke Jakarta. "Take it easy, Tommy, semua orang pasti mati," katanya santai. Cindy tumbuh dalam keluarga broken home. Ayah ibunya bercerai ketika ia berusia tiga tahun. Cindy tumbuh matang dan mandiri. Ia bekerja dan belajar 16 jam sehari. Tanpa keluhan. Pagi hari bersekolah, sore dan malam hari menjadi pelayan restoran. Ia menamatkan high school-nya dan melanjutkan ke School of Law, di Sydney hingga mencapai gelar master bidang hukum internasional dengan predikat summa cum laude. Sesudahnya, dunia begitu ramah bagi Cindy. Hampir semua law firm besar di kota ini melamarnya. Cindy memilih salah satu yang terbesar. Semuanya berjalan begitu lugas, sampai ia bertemu aku yang dikirim untuk studi S-3 dan magang di kantor mitra asing kami di Sydney, Krueger and Associates. Studi di University of New South Wales sambil magang bukanlah pekerjaan mudah. Aku hampir tak memiliki waktu untuk kehidupan sosialku. Aku nyaris tak punya waktu untuk manusia. Kecuali tiga jam saja setiap pekan, ketika shalat Jum'at di Masjid Indonesia Wabash Street, dan pengajian Ahad. Pada saat-saat sibuk itu, ternyata ada sepasang mata yang selalu memperhatikanku. Aku tak sadar sampai pemilik mata biru ini menegurku dengan bahasa Inggris aksen Australia yang khas. "Mengapa anda selalu menggelar kain merah dan sujud ke arah barat laut setiap pukul dua siang, lima sore, delapan sore, dan sembilan malam? Apakah anda pengikut suatu aliran kepercayaan di Asia Selatan?" Tanya pemilik mata biru tersebut setengah menyelidik. "Oh No. Saya seorang muslim. Seorang muslim wajib melaksanakan ibadah shalat lima kali setiap hari," jawabku sedikit heran. Tak biasa wanita Aussie membuka percakapan dengan pria asing. Kemudian dialog pun mengalir lancar. Si mata biru itu ternyata Cindy Stuart Masterson, junior lawyer di Krueger sekaligus kandidat Doktor di UNSW. Perjumpaan yang semakin sering membuat kami saling tertarik, sampai suatu hari Cindy menanyaiku serius, "Tommy, will you marry me?" Aku kontan gelagapan. Akhirnya, aku hanya berkata, "Ah, ya. Insya Allah!" Kami menikah pada 21 Februari 1997. Sepekan setelah Iedul Fitri 1417 H. Dua hari sebelumnya Cindy mengucapkan dua kalimat syahadat di Masjid Wabash Street. Imam masjid memberinya nama Aisyah Muthmainah. Setahun pertama pernikahan, kami adalah pasangan yang amat harmonis. Petaka mulai timbul setelah anak pertama kami lahir. Aku ngotot memberinya nama Islam, Faiz atau Raihan. Cindy protes. "Aku akan memberinya nama Ian." Aku malas berdebat. Setelah kejadian itu Cindy menjadi sangat berkuasa. Cindy-lah yang menentukan Ian sekolah dimana. Makan apa. Boleh ke masjid atau tidak. Ketika anak kedua kami lahir, aku ingin memberinya nama Nadia atau Yasmin, yang kurasa agak akrab dengan telinga Australia. "No, Tommy. Namanya Nicole. Ia akan seperti Nicole Kidman. Mudah-mudahan ia akan mulus menapak Hollywood seperti Nicole Kidman," lanjut Cindy santai. Cindy semakin sulit diatur. Janjinya untuk belajar Islam, membaca Al Qur'an, dan shalat tak pernah terwujud. Ia pun membatasi Ian dan Nicole untuk berinteraksi dengan komunitas muslim Indonesia. Rencanaku untuk membawanya pindah ke kawasan muslim Lakemba juga ditolaknya mentah-mentah. Kesabaranku habis saat Cindy enggan ta'ziah ke Bandung saat ayah meninggal empat bulan yang lalu. Pekerjaannya terlalu berharga baginya. Mertuanya tak lebih berharga dari appointment dan contract yang harus dibuatnya. Tragisnya, Cindy melarang aku membawa Ian dan Nicole dengan alasan takut terkena virus tropis Indonesia. Dua minggu kemudian aku meninggalkan rumah tanpa pamit. Sudah hampir tiga bulan aku 'menggelandang' dari rumah ke rumah teman-teman Indonesiaku. Malam hari aku tidur di masjid, siang belajar di UNSW. Aku tak pernah lagi ke Krueger and Associates. Aku belum sanggup bertemu Cindy. Permintaan Sarah via e-mail sepekan silam menghentikan petualanganku. Aku senang pulang ke Indonesia. Satu saja yang membuatku resah. Permintaan Sarah: bawa Teh Cindy, Ian, dan Nicole, ya Mas'! Bandung, 11 Oktober 2002 Pernikahan Sarah dan Syamsul tergolong unik. Perkenalan, lamaran, dan akad nikah semuanya berlangsung kilat. Tukar menukar biodata berlangsung via internet, telepon dan teleconference. Baru empat hari mereka berjumpa. Allah menyatukan hati mereka kendati mereka tak sempat mengenal lama satu sama lain. Aku 'cemburu' melihat kemesraan Sarah dan Syamsul. Sedangkan aku? Pergi dari Sydney seorang diri setelah 'terusir' dari rumah. Meninggalkan istri dan dua anak yang masih balita tanpa pamit. Sabtu, 12 Oktober 2002 Aku berkemas-kemas. Sore nanti flight Ansett Aussie 247 tujuan Sydney telah menungguku di Bandara Soekarno Hatta. Aku tengah memasukkan oleh-oleh Ibu ke dalam tas, ketika berita tentang meledaknya bom di Bali kudengar di televisi. Innalillahi, Bali diserang? Dan kebanyakan korbannya adalah warga Australia. Negeri keduaku...tanah tumpah darah istriku. Belum habis rasa terkejutku, setengah jam kemudian aku mendengar semua penerbangan ke Australia ditunda sampai waktu yang tak ditentukan. Senin, 14 Oktober 2002 Headlines Sydney News yang aku baca via internet sungguh mengejutkanku. Gelombang anti muslim dan anti Indonesia yang merebak di seluruh Australia pasca ledakan bom di Bali memakan korban warga muslim mancanegara yang tinggal disana. Islamic Center dan Masjid di Brisbane-Queensland diserang. Juga di Perth, Western Australia. Kata-kata kotor dituliskan di tembok masjid, bahkan kotoran manusia dilemparkan ke masjid. Beberapa muslim Indonesia di Sydney, Melbourne, dan Perth diinterograsi oleh dinas intelijen Australia. Beberapa diinterogasi dan digeledah rumahnya dengan sangat tidak manusiawi. Aku murka, sekaligus sedih. Aku teringat shohibku di Masjid Buranda-Holland Park. Terbayang wajah Imam Masjid Brother Abdul Quddus. Juga Brother Dwi dan Seno di University of Queensland. Rabu, 16 Oktober 2002 Subuh aku tiba kembali di Australia. Petugas imigrasi menginterogasiku habis-habisan. Dia bertahan bahwa aku tak bisa masuk ke Australia karena status visa-ku tidak jelas. Aku ngotot. Aku adalah permanent resident dan bisa menjadi citizen karena menikah dengan wanita Australia. Juga, bahwa aku adalah lawyer dan kandidat doktor di bidang hukum yang bisa menggugatnya ke pengadilan. Ternyata yang terakhir itu mujarab. Sabtu, 19 Oktober 2002 Hari ini aku giliran jaga malam di masjid Wabash Street. Masjid ini berulangkali menerima ancaman. Jum'at kemarin satu grup pemuda rasis bolak-balik di depan masjid sambil menunjuk-nunjuk masjid. Jarum jam menunjukkan pukul dua dinihari. Aku membangunkan Brother Bahri untuk bergantian ronda. Lalu bersiap shalat malam. Dari samping tempat wudhu kudengar suara-suara slank Australia dan bunyi cat disemprotkan. Aku menyeret Brother Bahri keluar masjid. Sederet kata-kata kotor di tembok mesjid yang dibuat dengan cat pylox yang masih basah. Kata-kata kasar keluar dari empat mulut berbau minuman keras. Mereka juga mengeluarkan double stick dan pisau. Kami bersiap menghadapi mereka. Tidak lama kemudian kami telah terlibat perkelahian. Syukurlah, lawan kami tak begitu lihai. Dalam dua menit si tinggi besar roboh. Tragisnya, pisau yang dipegangnya menikam dirinya sendiri. Aku terhenyak. Kenapa sampai sejauh ini? Raungan sirene polisi semakin dekat. Kami digelandang ke kantor polisi terdekat. Selasa, 22 Oktober 2002 Tiga hari kami menginap di kantor polisi. Tuduhannya: penganiayaan dan percobaan pembunuhan! Selama itu kami tetap bungkam. Aku hanya mau bicara kalau aku didamping oleh pengacara. Polisi memberi waktu hingga Kamis jam dua belas siang. Jika kami tidak mendapat pengacara, polisi akan menyediakan pengacara negara. Akankah mereka berpihak pada kami? Aku tidak yakin. Teman-teman kami telah menghubungi hampir semua pengacara, tapi nihil. Sebenarnya ini perkara biasa. Tapi setting sosial politik-nya tidak biasa. Beribu orang mencaci kami. Gelombang aksi massa menyerbu kantor polisi. Hampir jam 12.00. Aku masih belum punya pengacara. Semenit sebelum pukul dua belas. Langkah-langkah panjang polisi penjara memasuki lorong. "Yeah, lady ini mengajukan diri untuk menjadi pengacara anda," 'Namanya Lady Cindy Stuart Masterson!" Aku tertegun. Kamis, 5 Desember 2002 Hari ini sidang terakhir. Setelah sebulan lebih menghadiri sidang, kini aku dan Brother Bahri menanti putusan hakim. Aku dituntut tujuh tahun penjara atas tuduhan penganiayaan dan percobaan pembunuhan. Brother Bahri dituntut empat tahun penjara atas tuduhan penyertaan dalam penganiayaan dan percobaan pembunuhan. Alhamdulillah, sejak pemeriksaan polisi, pemeriksaan district attorney (kejaksaan) hingga pengadilan di district court aku selalu didampingi Cindy. Pengacara muda lulusan terbaik School of Law UNSW dan sebentar lagi menggaet Ph.D di bidang hukum. Dan, yang terpenting, ia istriku! Cindy memang luar biasa. Kemampuan berbicara-nya sangat piawai. "Yang mulia, terdakwa harus dibebaskan dari semua tuduhan karena telah terbukti ia tak sedikitpun memiliki niat untuk menganiaya ataupun membunuh. Ia hanya self defense, membela diri karena empat orang berandal menyerang masjid-nya." "Yang mulia, terdakwa harus dibebaskan dari semua tuduhan, pisau itu tidak digenggamnya, bukan miliknya dan tidak diarahkan untuk menusuk korban. Lihat, tak ada satupun sidik jarinya di pisau tersebut. Pisau itu menancap ke tubuh korban oleh peran korban sendiri. "Yang mulia, ini tak adil. Terdakwa hanya membela diri dan rumah ibadahnya. Sementara keempat penyerangnya merusak rumah ibadahnya dan menyerangnya dengan pisau dan double stick. Kedua terdakwa hanya melawan dengan tangan kosong. Ini tidak seimbang. Ini bela paksa. Sekarang mereka berdua jadi pesakitan, sementara sang penyerang masih bebas berkeliaran. "Yang mulia, korban sekarang sudah sembuh dari lukanya. Ia berfikir semua muslim militan, dan kejam. "Yang Mulia, itu adalah prasangka. Kalaupun memang benar, bolehkah kita menggeneralisir? menghukum seluruh muslim di seluruh dunia atas kejahatan sekelompok radikal muslim? Ini absurd, irrasional, Yang Mulia. Saya keberatan sekali! "Yang Mulia, masjid bagi umat Islam adalah tempat yang sakral. Menyerang tempat ibadah adalah kejahatan HAM Yang Mulia. Crime against humanity and Gross Violation of Human Right.......... Setengah jam kemudian hakim District Court Sydney membebaskan kami dari tuduhan. Aku dan Brother Bahri menangis terharu. Cindy memelukku. Pers memotret kami. Gelombang massa rasis dan ultranasionalis berteriak memprotes putusan hakim. Aku sujud syukur. Jum'at, 6 Desember 2002 Sydney di akhir musim semi. Sydney Bridge berdiri dengan gagahnya. Di kejauhan, nampak Darling Harbour bermandi cahaya senja. "Cindy, Honey, kenapa kamu mau membela aku di pengadilan? " tanyaku dalam Bahasa Inggris yang paling santun. "Kamu lupa, my dear Tommy. Aku masih istrimu. Aku masih sayang kamu," Cindy menyahut mesra. Hatiku berdebar. "Hanya itu?" tanyaku gelisah. "Tidak. Aku salut. Kamu begitu mencintai Islam, begitu mencintai masjid. Kendati kerap diintimidasi dan dihina. Dalam lima tahun perkawinan kita, kamu tak sekalipun meninggalkan shalat. Aku-lah yang jarang shalat. "Honestly, kami di sini sudah lama tak peduli dengan agama. Buat kami agama adalah ilusi. Agama tak lebih dari urusan pribadi. Di negara ini ada dua pertanyaan yang tabu, kamu juga tahu, agama dan status pernikahan. Karena itu, jika ada orang yang patuh dengan ajaran agamanya kami sangat penasaran. Apa yang membuat dia komit dengan Tuhan-nya?" Kata-kata itu diucapkannya perlahan. "Honey, engkau telah membuat mataku terbuka. Mungkin, memang sudah saatnya aku mengikuti langkahmu." Aku terharu. Matahari senja 1 Syawal 1423 H bersinar semakin temaram.