Jumat, 24 September 2010

Fuad Amsyary

DIALOG SOLUSI MENJAWAB TANTANGAN PADA ISLAM DAN UMAT ISLAM

Menjelang Iedul Fithrie 1431H atau 2010M, seorang teman yang ulama terkenal Jakarta, pemangku pondok pesantren besar, serta anggauta MUI Pusat mengirim sms membahas bagaimana bisa seorang pentolan Islam Liberal yang tulisan-tulisannya menuduh al Qur’an banyak kesalahannya ternyata akan menjadi Imam Shalat Ied di Masjid Agung suatu Propinsi di Jawa. Dia mengeluh apa di Propinsi itu sudah tidak ada lagi Ulama? Beliau juga menyampaikan betapa umat Islam di AS amat tertekan, termasuk di sana ada kelompok Kristen yang akan membakar al Qur’an di tanggal 11 September lusa (hari peringatan tragedi WTC). Bagaimana AS sebagai negara yang katanya menjunjung tinggi HAM dan Demokrasi membiarkan di negerinya ada kelompok seperti itu?

Nah, begitulah tantangan yang dihadapi Islam dan umat Islam secara nasional maupun internasional. Belum lagi banyak kasus sebelumnya yang amat vulgar dan provokatif, seperti Salman Rusdi dengan Ayat-Ayat Setan, Wilder yang legislator Belanda mencerca al Qur’an, Kartun yang melecehkan Nabi Muhammad saw, dan bahkan sempat ada pernyataan Paus sendiri yang bertendensi menghina Islam. Terhadap provokasi-provokasi seperti itu banyak tokoh Islam Indonesia lalu menanggapi dengan membuat pernyataan “umat jangan terpancing oleh provokasi seperti itu lalu melakukan tindakan anarkis”. Begitulah umumnya jawaban klasik tokoh Islam Indonesia yang lalu diblow-up besar-besar oleh media masa. Benarkah respon sekualitas itu terhadap penghujatan Islam nasional-internasional yang begitu serius? Apakah respon seperti itu menunjukkan sikap ‘arif-bijaksana’ si tokoh atau merefleksikan kondisi loyo karena sudah bertentangan dengan ayat al Qur’an surat al Baqarah ayat 194. Logiskah pernyataan sedangkal itu dalam mereaksi hujatan terhadap agama yang dipeluknya, Kitab Suci agamanya, dan Nabi yang diakuinya sebagai maksum. Bukankah pernyataan tersebut malah bernuansa menuduh umat Islam itu cenderung anarkis? Astaghfirullah!

Terhadap sms beliau itu saya menjawab langsung ke pokok solusi strategis sebagai berikut: (more…)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar